Miliki Potensi Tepat, UIN Walisongo Semarang dan KPU RI Teken MoU Bidang Pendidikan Pemilih

- 28 Oktober 2022, 10:45 WIB
Ketua KPU RI Hasyim Asy'ari dan Rektor UIN Walisongo Imam Taufiq melakukan penandatanganan MoU bidang pendidikan Pemilih, Kamis 27 Oktober 2022.
Ketua KPU RI Hasyim Asy'ari dan Rektor UIN Walisongo Imam Taufiq melakukan penandatanganan MoU bidang pendidikan Pemilih, Kamis 27 Oktober 2022. /dok Humas UIN Walisongo.


Media Purwodadi – Univesitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang resmi bekerja sama dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU RI).

Kesepakatan kerjasama tersebut ditandai dengan penandatanganan MoU dengan bidang yang disepakati yakni tentang pendidikan pemilih untuk penyelenggaraan Pemilihan Umum tahun 2024.

Bertempat di Ruang Teatrikal Lantai 4 Gedung Rektorat, pelaksanaan penandatanganan MoU antara UIN Walisongo dan KPU RI berjalan dengan lancar.

Baca Juga: Kalah Dengan Skor Akhir 1-2, Timnas U20 Indonesia Akui Keunggulan Turki 020 Pada Laga Uji Coba Kedua

MoU tersebut ditandatangani secara langsung oleh Ketua KPU RI, Hasyim Asy’ari dan Rektor UIN, Imam Taufiq.

Dalam kesempatan itu, Ketua KPU RI Hasyim Asy’ari mengatakan KPU tidak dapat bekerja sendiri untuk penyelenggaraan pemilu.

Pihaknya menyatakan, perlu adanya kerjasama dengan para pihak atau mitra yang diyakini sebagai kebutuhan masa kini.

“UIN Walisongo adalah kampus ke-4 di PTKIN yang sudah jalin MoU,” kata Hasyim Asy’ari, setelah penandanganan MoU.

Hasyim menjelaskan, sebelum UIN Walisongo, KPU RI juga sudah menjalin kerja sama dengan UIN Sunan Kalijaga, UIN Sunan Ampel, dan UIN Maulana Malik Ibrahim.

Rencananya, usai penandatanganan MoU dengan UIN Walisongo Semarang ini akan dilakukan kegiatan yang sama di UIN Jember.

Hasyim Asy’ari juga mengungkapkan, selain meningkatkan partisipasi pemilih, KPU RI juga bekerja sama dengan sejumlag universitas di tanah air untuk pembukaan program studi tata kelola pemilu.

Pihaknya menyebut, progdi tersebut diperlukan agar sistem pemilu dapat terdokumentasi dengan baik.

“Kerja itu harus punya ilmu, agar tidak ngawur. Kalau punya ilmu harus diamalkan. Data-data pemilu yang ada dianalisis agar menjadi data akademik, agar dapat dikembangkan, serta agar menjadi percontohan dan teladan bagi sistem pemilu di dunia,” ungkap Hasyim Asy’ari.

Sementara itu, Rektor UIN Walisongo Prof Dr Imam Taufiq mengungkapkan jumlah mahasiswa aktif yang ada di kampus tersebut sebanyak 24ribu. Sementara alumni yang lulus sudah mencapai puluhan ribu orang.

Baca Juga: Kunjungi PIP Semarang, PIS Berikan Semangat Bagi Para Pelaut Muda Siap Berkompetisi di Industri Global

Dengan demikian, Imam Taufiq menyebutkan, potensi ini dapat diberdayakan KPU RI untuk kegiatan pendidikan pemilih.

“Kalau semua dapat berkolaborasi dengan KPU misalnya tentang pendidikan pemilu dan penyelenggaraan pemilu, tentu bisa lebih baik. Kami berharap bisa maksimal berkhidmah untuk negara dengan kerjasama dengan KPU. Ini momentum untuk bersinergi dengan lebih baik,” ungkap Imam Taufiq.

Usai penandatanganan MoU, Ketua KPU RI, Hasyim Asy’ari berkesempatan menjadi narasumber dalam kuliah umum dengan tema Perguruan Tinggi dan Pemilu Berintegritas di Kampus UIN Walisongo Semarang.***

Editor: Andik Sismanto


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah