Kontainer Masuk Jalan Kelas III, Warga Sekitar Danyang-Kuwu Mengeluh Karena Sering Macet

13 November 2023, 08:10 WIB
Truk kontainer yang masuk ke jalan kelas III Danyang-Kuwu ini sering dikeluhkan masyarakat. /Media Purwodadi.

Media Purwodadi – Banyak warga mengeluh lantaran jalur Danyang-Kuwu, Kabupaten Grobogan, dilintasi truk kontainer. Bodi kendaraan yang besar ini membuat jalur tersebut menjadi macet.

 

 

Pasalnya, jalan kelas III yang masuk menjadi jalan kabupaten ini seharusnya tidak boleh dilintasi oleh kendaraan besar.

Hal itu diungkapkan oleh Kepala Dinas Perhubungan, Mundakkar. Saat dikonfirmasi, Mundakkar mengatakan, jalur Danyang-Kuwu merupakan jalan kelas tiga dengan muatan sumbu terberat (MST) 8 ton.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca di Kabupaten Grobogan Senin 13 November 2023, Waspadai Hujan Disertai Petir

“Jalur ini hanya bisa dilintasi kendaraan dengan lebar 2,1 meter dan panjang 9 meter. Sementara yang sedang ramai di sini adalah truk tronton atau kontainer yang masuk ke jalur tersebut. Truk kontainer lebarnya 2,5 meter,” ujar Mundakkar.

Mundakkar mengatakan, seharusnya jalur tersebut tidak dilintasi oleh kendaraan besar. Hanya kendaraan kecil yang dapat melintas di jalur tersebut.

Rambu Selalu Hilang

Dikatakan Mundakkar, sebelumnya larangan masuk kendaraan besar sudah dilakukan beberapa tahun lalu. Yakni, pemasangan portal di wilayah Kalongan.

“Untuk rambu dulou sudah pernah ada dan selalu hilang. Dulu juga sempamet diportal untuk Danyang ke timur dan Danyang ke barat,” ujar Mundakkar.

Sementara terkait penindakan, Sat Lantas Polres yang mempunyai kewenangan. Kasat Lantas Polres Grobogan, AKP Tejo Suwono mengatakan, Sat Lantas telah mengambil tindakan terkait pelanggaran tersebut.

“Anggota kami telah melakukan penindakan, yakni penilangan terhadap kendaraan yang melanggar,” ujar AKP Tejo Suwono.

Gudang

Puji, warga Desa Panunggalan, Kecamatan Pulokulon, mengeluh karena setiap 2-3 hari sekali selalu ikut merasakan kemacetan karena adanya truk kontainer yang melewati jalur Danyang-Kuwu.

“Setiap pulang kerja harus kena macet dulu. Sejak ada kontainer yang masuk di wilayah ini. Dan saya lihat itu kontainernya masuk ke dalam sebuah gudang, yang tidak tahu gudang apa,” ujar Puji.

Puji mengatakan, ketika berpapasan dengan kemacetan ini, dirinya harus rela menunggu 15-30 menit. Padahal, Danyang-Panunggalan bisa ditempuh dengan waktu 30 menit.

“Sampai rumah sering terlambat,” keluh Puji.

Baca Juga: Hasil Liga Inggris Tadi Malam: Arsenal dan Manchester United Raih Kemenangan, Tottenham Kehabisan Bensin

Terkait dengan gudang yang dimaksud warga, yakni gudang yang berada di Desa Sembungharjo, Kecamatan Pulokulon, Kabupaten Grobogan.

Kepala DPMPTSP Kabupaten Grobogan, Aries Ponco saat dikonfirmasi mengatakan, dirinya akan mengecek terlebih dulu terkait gudang yang dimaksud warga tersebut. Dirinya akan memastikan apakah gudang tersebut berizin atau tidak.

 

 

“Besok (hari ini) saya akan cek terkait dengan keluhan masyarakat tentang kontainer yang masuk ke dalam gudang tersebut dan menyebabkan kemacetan,” ujar Aries Ponco, Minggu, 12 November 2023.***

Editor: Hana Ratri Septyaning Widya

Tags

Terkini

Terpopuler