Pernyataan Sikap Forum Pemred PRMN : Tegas Mendukung Pengawasan Ketat Dalam PPDB

- 17 Mei 2024, 19:48 WIB
Ilustrasi para siswa sedang mengikuti proses belajar mengajar di sebuah SD Negeri di Kota Purwodadi.
Ilustrasi para siswa sedang mengikuti proses belajar mengajar di sebuah SD Negeri di Kota Purwodadi. /dok Media Purwodadi/Hana Ratri.


Media Purwodadi – Penerimaan Peserta Didik Baru atau PPDB sering dilaksanakan setiap tahun di Indonesia. PPDB merupakan proses krusial dalam sistem pendidikan Indonesia. PPDB ini dibuka untuk jenjang Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengah Atas.

Tahapan seleksi harus dilalui para calon siswa dan adanya dinamika PPDB ini terdapat banyak tantangan dan kompleksitas sistem pendidikan, mulai dari distribusi kuota, zonasi, transparasi dan keadilan. Dari keempatnya itu, sistem zonasi yang menjadi paling penting.

Sistem zonasi ini diterapkan guna memastikan pemerataan akses pendidikan. Dengan sistem tersebut, siswa dapat diterima di sekolah yang dekat dengan tempat tinggal mereka.

Baca Juga: Jadwal Premier League Pekan 38: Tak Hanya di Papan Atas, Pertarungan di Papan Bawah Juga Seru

Sistem zonasi ini bertujuan untuk mengurangi adanya kesenjangan pendidikan antarwilayah dan memastikan semua anak punya kesempatan yang sama mendapatkan pendidikan yang berkualitas.

Faktanya, implementasi sistem zonasi ini kadang tidak bisa berjalan mulus. Justru, banyak orang tua yang cemas karena anak mereka tidak bisa bersekolah di sekolah favorit. Inilah yang justru membuat ketegangan dan banyaknya aksi protes di beberapa daerah.

Tidak hanya itu saja, transparasi dan akuntabilitas yang seharusnya diterapkan dalam proses PPDB tersebut juga banyak masalah. Ada banyak laporan praktik kecurangan, manipulasi data dan intervensi pihak-pihak tertentu yang ingin mengamankan posisi di sekolah tertentu bagi anak-anak mereka.

Karena itu, pengawasan yang ketat dan partisipasi aktif dari masyarakat sangat dibutuhkan. PPDB adalah cerminan rumitnya sistem pendidikan Indonesia. Tujuan utamanya yakni memastikan akses pendidikan yang merata dan adil.

Hanya saja, PPDB ini dalam pelaksanaannya masih dihadapkan berbagai tantangan. Untuk itu, perlu adanya kolaborasi antara pemerintah, sekolah, orang tua dan masyarakat luas agar proses PPDB ini terus diperbaiki.

PRMN Mengawasi PPDB

Berkenaan dengan hal itu, Pikiran Rakyat Media Network (PRMN) dengan tegas mendukung pengawasan yang ketat terhadap PPDB. Pengawasan sangat penting untuk memastikan bahwa setiap tahapan dilaksanakan dengan transparan, adiil, dan bebas dari segala kecurangan. Pendidikan adalah hak dasar setiap anak dan akses terhadap pendidikan yang adil harus dijamin tanpa ada diskriminasi atau manipulasi.

PPDB kerap jadi momen krusial bagi banyak keluarga dan anak-anak. Harapan mereka uuntuk mendapat pendidikan layak tidak boleh dirusak oleh praktik-praktik culas dan korup. Pengawasan yang efektif akan memastikan setiap anak memiliki kesempatan sama untuk diterima di sekolah sesuai aturan dan prestasinya, bukan karena adanya intervensi pihak tertentu.

PRMN menekankan pentingnya keterlibatan berbagai pihak dalam pengawasan ini, termasuk pemerintah, lembaga pendidikan dan masyarakat sipil. Kolaborasi ini diharapkan bisa mengurangi peluang munculnya kecurangan. Penagwwasan yang terstruktur dan transparan dapat meminimilsi kemungkinan penyalahgunaan wewenang oleh oknum.

Kami menyadari, dalam proses pengawasan ini, teknologi informasi dan media memainkan peran penting. Hadirnya media dan masyarakat yang peduli akan memungkinkan pengawasan yang lebih mudah dan efisien. Adanya data yang transparan dan akses yang terbuka bagi publik dapat mengurangi risiko manipulasi.

Baca Juga: Pengawasan Partisipatif Dalam Pilkada 2024, Bawaslu Grobogan Gandeng Media

Laporkan Pemerasan oleh Oknum Wartawan

PRMN juga mengecam keras segala bentuk pemerasan oleh oknum wartawan dalam proses PPDB. Tindakan lancung itu tidak hanya mencoreng nama baik kerja jurnalistik tetapi juga merusak integritas pendidikan kita. Wartawan seharusnya menjadi penjaga kebenaran dan keadilan, bukan justru menjadi bagian dari masalah dengan memeras pihak-pihak yang terlibat dalam PPDB.

Pekerja media punya tanggung jawab besar dalam menjaga informasi yang akurat, berimbang, serta berperan sebagai kontrol sosial. Oleh karena itu, kami berharap jika ada oknum yang mengatasnamakan wartawan PRMN dan terbukti melakukan pemerasan atau tindakan tidak etis lainnya dalam konteks PPDB, segera laporkan kepada kami. Langkah ini penting untuk memulihkan kepercayaan publik terhadap proses PPDB dan profesi jurnalistik yang kami lakukan.

Kami mengajak orangtua dan siswa untuk aktif berpartisipasi dalam pengawasan ini. Keterlibatan mereka dalam memberi masukan dan melaporkan indikasi kecurangan dapat menjadi bagian dari upaya kolektif menciptakan sistem yang lebih baik.

Selain pengawasan eksternal, penting juga adanya mekanisme pengawasan internal di dalam setiap lembaga pendidikan. Kepala sekolah, guru, dan staf administrasi harus menjalankan tugas mereka dengan integritas dan profesionalisme yang tinggi. Tenaga pendidikan harus jadi teladan dalam menerapkan nilai-nilai kejujuran dan keadilan.

Dengan pengawasan dan integritas tinggi dari semua pihak, PPDB dapat berjalan sesuai harapan dan prinsip-prinsip keadilan. Pendidikan adalah fondasi untuk masa depan yang lebih baik dan kita semua punya tanggung jawab menjaganya.***

Editor: Agung Tri


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah