Kunjungi Kompleks Bulog di Sulawesi Tenggara, Presiden Jokowi Harapkan Bansos Beras Berlanjut Hingga Desember

- 13 Mei 2024, 21:00 WIB
Presiden Jokowi saat memantau ketersediaan beras di Kompleks Pergudangan Bulog, Senin 13 Mei 2024.
Presiden Jokowi saat memantau ketersediaan beras di Kompleks Pergudangan Bulog, Senin 13 Mei 2024. /Instagram @jokowi.


Media Purwodadi – Presiden RI Joko Widodo melakukan kunjungan kerja di Kompleks Pergudangan Bulog Laende, Kabupaten Muna, Provinsi Sulawesi Tenggara, Senin 13 Mei 2024.

Dalam kunjungannya ini, Presiden Jokowi didampingi Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kepala Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo Adi, Pj. Gubernur Sulawesi Tenggara Andap Budhi Revianto, Plt Bupati Muna Bahrun, dan Dirut Bulog Bayu Krisnamurthi.

Kunjungan Kepala Negara RI ini merupakan bagian dari pengecekan rutin untuk memastikan ketersediaan dan stabilitas pasokan pangan nasional. Di samping itu bisa menjadi sarana penyaluran bantuan cadangan pangan kepada KPM.

Baca Juga: Prediksi Barcelona vs Real Sociedad: Kans Blaugrana Kudeta Girona dari Posisi 2 Klasemen LaLiga Spanyol

Presiden Jokowi memastikan distribusi beras 10 kilogram per keluarga akan terus berlanjut sampai Juni 2024. Namun, dirinya berharap bisa diperpanjang sampai dengan Desember 2024. Hanya saja itu bergantung pada ketersediaan APBN.

“Kita berdoa bersama ya supaya bisa terus sampai Desember,” ujar Presiden Jokowi, dikutip dari laman Presiden RI.

Respon

Dalam sambutannya itu, Presiden Jokowi memaparkan bahwa pemberian beras tersebut adalah respons terhadap kenaikan harga beras yang terjadi akibat inflasi pangan global.

“Karena harga pangan internasional itu semuanya juga naik dan kita ini termasuk masih rendah, ada yang naik tinggi sekali. Ini patut kita syukuri bahwa kita naiknya tidak drastis,” jelas Joko Widodo.

Pihaknya juga menjelaskan bahwa untuk menjaga harga beras di Indonesia tidak mudah. Hal itu terkait dengan perlunya mempertimbangkan kesejahteraan petani dan keterjangkauan bagi konsumen.

Baca Juga: Bansos BPNT untuk Keluarga Penerima Manfaat, Segera Lakukan Pengecekan Secara Mandiri

“Kalau tinggi, masyarakat pasti gini (mengeluh), tetapi petani pasti senang karena harganya naik tinggi,” jelas Jokowi.

Presiden Jokowi mengatakan, pemerintah terkadang harus berada pada posisi yang sulit yakni  menjaga keseimbangan antara kepuasan masyarakat dan kesejahteraan petani. Oleh karena itu, distribusi beras 10 kilogram ini diharapkan bisa meringankan beban masyarakat yang terkena dampak kenaikan harga.

Di samping itu, kunjungan Presiden menjadi simbol komitmen pemerintah guna mendukung masyarakat di tengah tantangan ekonomi, dan menjaga stabilitas sosial di tengah fluktuasi harga pangan global.***

Editor: Hana Ratri Septyaning Widya


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah