Bus Pariwisata Rombongan Pelajar SMK Lingga Kencana Depok Terguling di Subang, 11 Orang Meninggal Dunia

- 12 Mei 2024, 14:51 WIB
Bus pariwisata yang ditumpangi rombongan pelajar SMK Lingga Kencana Depok mengalami kecelakaan diduga akibat rem blong, di kawasan Ciater, Subang, Jawa Barat, pada Sabtu petang 11 Mei 2024.
Bus pariwisata yang ditumpangi rombongan pelajar SMK Lingga Kencana Depok mengalami kecelakaan diduga akibat rem blong, di kawasan Ciater, Subang, Jawa Barat, pada Sabtu petang 11 Mei 2024. /Instagram/@infojawabarat


Media Purwodadi – Insiden kecelakaan maut terjadi di Jalan Raya Kampung Palasari, Kecamatan Ciater, Kabupaten Subang, Jawa Barat pada Sabtu 11 Mei 2024, malam.

Sebuah bus pariwisata Trans Putra Fajar yang mengangkut rombongan wisata berisi guru dan pelajar SMK Lingga Kencana mengalami kecelakaan di jalur tersebut.

Dalam insiden kecelakaan ini, dilaporkan sebanyak 11 orang meninggal dunia. Menurut Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Irjen Pol Aan Suhanan, tempat kejadian perkara bus terguling ini merupakan jalur rawan kecelakaan.

Baca Juga: Tiba di Indonesia, PSSI Sambut Hangat Skuad Garuda Muda dan Pelatih Timnas U23 Indonesia Dengan Kalungan Bunga

“Lokasi ini adalah blackspot, sering terjadi kecelakaan di sini,” ujar Aan, dikutip dari ANTARA, Minggu 12 Mei 2024.

Saat meninjau langsung lokasi kejadian, Irjen Pol Aan Suhanan mengatakan, pihaknya akan menggelar Forum Group Disscusion bersama instansi terkait untuk memberikan rekomendasi kepada Pemkab setempat. Harapannya dari FGD ini bisa mencegah terjadinya insdien serupa di kemudian hari.

“Rekomendasi termasuk masalah rekayasa lalu lintas, penambahan rambu atau mungkin seperti mana Emen (jalur lokasi kejadian) diperlebar dan sebagainya, itu semua akan kita tuangkan,” ujar Aan Suhanan.

Hasil Olah TKP

Irjen Pol Aan Suhanan mengatakan, hasil sementara dari olah TKP yakni tidak ditemukannya jejak rem di lokasi kecelakaan bus yang terguling.

“Kalau kita lihat dari TKP yang ada, ini tidak ada jejak rem dari bus tersebut. Yang ada itu justru bekas ban, satu bagian. Diduga itu ban kanan, ada beberapa meter di situ. Kemudian, di titik akhir kejadian di depan sana, menabrak tiang listrik,” Irjen Pol Aan Suhanan.

Dugaan yang lain yakni kecelakaan bus tersebut disebabkan kegagalan fungsi rem dari bus tersebut, sehingga oleng ke kanan dan menabrak kendaraa mobil dari arah berlawanan.

Baca Juga: Selamat, Kaesang Pangarep dan Erina Gudono Segera Dikaruniai Anak Setelah Dua Tahun Menikah

Belum Stabil

Pihak kepolisian belum melakukan pemeriksaan terhadap sopir bus Trans Putera Fajar. Sopir yang diketahui berinisial SAD ini masih dalam kondisi belum stabil.

"Sopir kondisinya masih belum stabil ya, tadi kita lihat di sana belum stabil, sehingga kita belum bisa diambil keterangan secara menurut baru investigasi saja, interogasi saja, jadi secara verbal ini belum diminta keterangan," kata Irjen Pol Aan Suhanan.

"Kita belum bisa menyimpulkan, tentu dari hasil penyelidikan ini nanti bisa ditentukan apakah ini human error, apakah ini karena kendaraannya, karena teknis," kata Kakorlantas.***

Editor: Hana Ratri Septyaning Widya


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah