Pernah Merasa Allah Menjauhi Diri Kita? Ustadz Hilman Fauzi Berikan Cara Terbaik Ini

- 10 Oktober 2022, 19:00 WIB
Ustadz Hilman Fauzi.
Ustadz Hilman Fauzi. /tangkapan layar Instagram @ahlimanfauzi

Media Purwodadi – Bagaimana perasaan seorang hamba menjauhi Allah SWT? Pernahkah kita  sebagai hamba merasa bahwa rasanya hidup ini jauh dari Allah SWT?

Jika itu yang terjadi, maka sebenarnya kita diberikan alarm atau sinyal untuk come back to Allah SWT. Lalu bagaimana cara Allah SWT menitipkan pesan cinta kepada hamba-Nya?

Melalui penelusuran Media Purwodadi, dalam segmen 30 Hari Mencari Cahaya di kanal YouTube Cahaya Untuk Indonesia, Ustadz Hilman Fauzi memberikan alasan perasaan seorang hamba Allah menjauhi dirinya.

Baca Juga: Everton vs Manchester United: Kerjasama Apik 2 Eks Real Madrid Bawa MU Raih Kemenangan di Goodison Park

Ustadz Hilman Fauzi mencontohkannya yakni Allah SWT akan hadirkan ujian atau musibah kepada hamba-Nya.

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu, Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda, “Barangsiapa yang diinginkan oleh Allah mendapatkan kebaikan, maka Allah akan timpakan musibah, timpakan ujian kepadanya”.

Ustadz Hilman Fauzi mengatakan bahwa ketika kita merasa sedang diuji, maka di saat yang bersamaan Allah SWT sedang menitipkan pesan cinta karena Allah sedang merindukan kita.

Maka, apa sikap terbaik yang harus kita lakukan agar Allah SWT dekat kembali kepada kita?

Caranya dengan segera mendekatkan diri kepada Allah SWT, segera merapat untuk memastikan kedekatan kita dengan sang Maha Pencipta.

“Apakah Allah itu dekat? Iya, sangat dekat. Siapapun yang mengingat Allah dalam hidupnya, maka sungguh Allah sangat dekat dengan dirinya,” ujar pendakwah asal Garut, Jawa Barat, Ustadz Hilman.

Barangsiapa yang berjalan mendekati Allah, maka sesungguhnya Allah Subhanahu Wa Ta’ala sedang berlari mendekati orang yang berjalan tersebut.

Dan barangsiapa mengingat Allah dalam tenggorokannya, maka Allah Subhanahu Wa Ta’ala sudah masuk ke dalam hatinya.

Kemudian, Allah lah yang akan menjadi sandaran terbaik untuk benar-benar menjadi jawaban terbaik atas apapun yang terjadi dalam kehidupan kita.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman dalam surat Al Baqarah: 186 yang artinya:

“Apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Nabi Muhammad) tentang Aku, sesungguhnya Aku dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku. Maka, hendaklah mereka memenuhi (perintah)-Ku dan beriman kepada-Ku agar mereka selalu berada dalam kebenaran.”

Ketika Allah seakan jauh dari diri kita, yang jauh bukanlah Allah, tapi diri kita yang menjauh dari Sang Maha Kuasa.

“Kamu yang mungkin lalai, atas perintah Allah. Kamu yang mungkin lupa atas apa yang Allah hadirkan dalam kehidupanmu. Maka dekati Allah, taatlah kepada Allah, lakukan perintah Allah, tinggalkan larangan Allah,” kata Ustadz Hilman.

“Bangunlah di sepertiga malam, ambil air wudhu, dirikan salat tahajud, berdoalah kepada,” lanjutnya.

Karena ketika kita bangun di sepertiga malam, kita dirikan salat tahajud. Di saat itulah momentum terbaik untuk kita benar-benar mendekat dan meminta kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Sungguh dalam setiap kebaikan di waktu sepertiga malam yang kita hadirkan, di situlah terdapat limpahan kebahagiaan yang Allah hadirkan kepada kita.

Allah berfirman dalam surat Al Isra: 79 yang artinya, “Pada sebagian malam lakukanlah salat tahajud sebagai (suatu ibadah) tambahan bagimu, mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji.”

Maka, tiada waktu yang kita habiskan dalam hidup kecuali untuk meniti hari, menata waktu yang ada dalam perbaikan dan kebaikan.

Jika, hidup kita terasa sulit coba intropeksi diri, mungkin diri kita sedang jauh dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Dan, jika hidup kita terasa berat coba intropeksi diri, mungkin kita jauh dari pertolongan Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Maka bagaimana caranya? Mendekatlah kepada Allah, mintalah kepada Allah dan banyak berdoa kepada-Nya.

Allah itu, semakin kita minta Allah senang. Semakin kita banyak berdoa Allah senang, dan Allah menunggu doa-doa dari hamba-Nya.

Berarti orang yang tidak pernah berdoa adalah orang yang bisa dikatakan dirinya sombong dalam kehidupannya.

Maka mintalah dan berdoalah kepada Allah, dan ingat Allah Subhanahu Wa Ta’ala itu selalu mengabulkan doa kita.

Ustadz Hilman Fauzi menjelaskan tiga cara Allah mengabulkan doa hamba-Nya.

“Satu, yes, Allah kabulkan doa sesuai dengan apa yang kita mau. Kedua, no, Allah gantikan dengan sesuatu yang lebih baik dalam pandangan Allah. Yang ketiga, wait, tunggu, Allah akan berikan doa yang kamu minta di waktu yang tepat,” lanjutnya.

Dengan demikian, jika doa kita belum dikabulkan di waktu yang cepat jangan khawatir, mungkin Allah akan kabulkan di waktu yang tepat.

Hal paling penting dalam doa itu bukan dikabulkannya atau tidak, tapi yang paling penting dalam doa adalah saat kita diberikan kesempatan untuk selalu berdoa dalam keadaan apapun.

Maka, sebagai hamba-Nya, taatlah kepada Allah, dekati dan banyak meminta kepada Allah. Jika itu yang kita hadirkan, kita akan merasa lebih dekat dengan Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Baca Juga: Kode Redeem Game Valorant, Senin, 10 Oktober 2022 : Permainan Ini Harus Kamu Coba, Segera Klaim

“Allah dulu, Allah lagi, lagi-lagi Allah, Allah terus. Itu yang harus menjadi guidance dalam hidup kita,” ujar Da'i Muda Milenial, Ustadz Hilman.

Semua skenario hidup ini sudah diatur oleh Allah. Tapi ingat, bukan berarti kita tidak boleh ikhtiar, justru kita harus ikhtiar.

Karena ikhtiar atau usaha itu adalah perintah Allah kepada hamba-Nya. Tugas kita hanya berikhtiar, namun yang menentukan hanyalah Allah SWT. Belajarlah lebih tawakal dan berserah diri kepada Allah.

“Ingat ya, ‘Berserah’, bukan ‘Terserah’, bukan ‘Menyerah’. Apa bedanya antara terserah, menyerah, dan berserah?” ungkap Ustadz Hilman Fauzi.

Jika ‘terserah’ itu tidak ada tujuan, sedangkan ‘menyerah’ itu tidak ada usaha. Tapi kalau ‘berserah’, memaksimalkan usaha dengan melangitkan do’a dan hasilnya kita serahkan kepada-Nya.

Ketika itu yang sudah kita hadirkan, maka Insya Allah kita akan merasa lebih tenang dalam kehidupan.

Ingat, Allah tidak pernah menjauh dari kita, kita yang sebagai hamba-Nya yang suka menjauh dari SWT.

Dalam penutupnya, Ustadz Hilman mengatakan bahwa dekati dan taat kepada-Nya, niscaya Allah akan bahagiakan dan lapangkan kehidupan kita. ***

Editor: Andik Sismanto

Sumber: YouTube Cahaya Untuk Indonesia


Tags


Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

PRMN TERKINI

x