Atasi Darurat Sampah, Ini Cara Kiai Muda di Jogja yang Terapkan Pilah dan Kelola Sampah di Pondok Pesantren

- 10 Juni 2024, 17:29 WIB
Kiai Muda Gus Wachid mengajak santri memilah dan mengelola sampah di lingkungan Pondok Pesantren Wahid Hasyim Nologaten, Sleman, Yogyakarta.
Kiai Muda Gus Wachid mengajak santri memilah dan mengelola sampah di lingkungan Pondok Pesantren Wahid Hasyim Nologaten, Sleman, Yogyakarta. //doc. Ponpes Wahid Hasyim

Media Purwodadi – Yogyakarta khususnya wilayah kota dan kabupaten Bantul memang tengah dilanda darurat sampah. Sejumlah masyarakat pun mulai memilah dan mengelola sampahnya di wilayah masing-masing tak terkecuali di lingkup pesantren.

Seperti yang dilakukan Muhammad Nur Wachid atau yang akrab disapa dengan Gus Wachid yang sudah tiga tahun belakangan ini mengelola dan mengolah sampah yang berada di Pondok Pesantren Wahid Hasyim, Yogyakarta.

Ketua Umum Yayasan Pondok Pesantren Wahid Hasyim, Nologaten, Condongsatur, Sleman, Yogyakarta tersebut awalnya gelisah terhadap permasalahan sampah yang setiap hari pasti ada di wilayah Pondok Pesantren. Ditambah saat ini Yogyakarta pun sudah darurat sampah.

Sehingga Gus Wachid pun memiliki inisiatif untuk menetapkan aturan di Pondok Pesantren bahwa seluruh santri wajib untuk mengurangi produksi sampah dan membiasakan memilah sampah.

Baca Juga: Tampak Kumuh, Tepi Jalan di Kabupaten Grobogan Ini Jadi Tempat Sampah Rumah Tangga Terpanjang di Dunia

“Hal ini selalu kami tanamkan kepada para santri untuk menumbuhkan budaya peduli terhadap sampah,” ujar Kiai Muda kelahiran 13 September 1973 tersebut kepada Media Purwodadi Pikiran Rakyat.

Lebih lanjut Gus Wachid mengatakan, saat ini Pondok Pesantren Wahid Hasyim memiliki fasilitas untuk pemilahan sampah juga komposter untuk mengolah sampah organik menjadi kompos yang nantinya bisa digunakan sebagai media tanam.

“Pondok Pesantren Wahid Hasyim juga memiliki green house cabai yang sudah memakai pupuk kompos dari hasil pengolahan sampah organik. Tentunya ini menunjukkan ketika kita dapat mengolah sampah yang sejatinya merugikan, menjadi sebuah hal yang menguntungkan secara ekonomis,” terangnya.

Menurut Gus Wachid, kebijakan peduli sampah perlu diambil mengingat saat ini Yogyakarta secara umum sedang mengalami Darurat Sampah. Oleh karena itu, pesantren berkewajiban untuk berperanserta dalam menangani situasi darurat ini. 

Halaman:

Editor: Titis Ayu


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah